Sabtu, 06 Desember 2014

Perencanaan Organisasi Kewirausahaan

          Membahas mengenai perencaan organisasi kewirausahaan perlu diketahui arti dari perencanaan itu sendiri. Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Perencanaan juga didefinisikan sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan yang ditujukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, serta seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu[2].
Tujuan mendasar dari perencanaan adalah membantu organisasi mencapai tujuannya. Perencanaan organisasional mempunyai dua maksud, yakni perlindungan (protective) serta kesepakatan (affirmative). Protective dimaksudkan untuk meminimasi resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan menejerial yang berhubungan. Affirmative dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional. Adanya perencanaan akan membentuk usaha terkoordinasi dalam organisasi, sebab tanpa adanya perencanaan biasanya tidak adanya koordinasi dan timbulnya ketidakefisienan[2].
            Pada hakikatnya, tiap sumber daya organisasional mewakili suatu investasi dari mana sistem manajemen harus mendapat pengembaliannya. Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunanya. Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakan ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, berikut adalah garis pedoman tersebut[4]:
1.      Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijak
2.     Mengorganisasikan faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, serta kebutuhan dari persoalan tersebut.
3.      Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4.      Mengkoordinasi semua aktivitas dan usaha.
5.      Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, serta tepat.
6.  Menyusun bagian seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bias menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.      Mendifinisikan tugas-tugas.
8.      Mendorong inisiatif dan tanggung-jawab.
9.      Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.  Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.  Mempertahankan disiplin.
12.  Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dengan kepentingan umum.
13.  Mengakui adanya satu komando.
14.  Mmepromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan.
15.  Melambangkan dan memberlakukan pengawasan.
16.  Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, serta kertas kerja.
      Pengorganisasin menciptakan dan mempertahankan hubungan antara semua sumber daya organisasi dengan menunjukkan sumber daya mana yang akan digunakan untuk aktivitas tertentu, kapan, dimana, dan bagaimana sumber daya tersebut digunakan[1].
Konsep pembagian tenaga kerja diberikan pada berbagai bagian tugas tertentu diantara sejumlah anggota organisasi sehingga produksi dibagi menjadi sejumlah langkah atau tugas dengan tanggung jawab penyelesaian yang diberikan pada individu tertentu. Berikut adalah keuntungan dan kerugian dari pembagian tenaga kerja[1]:
Keuntungan
1.  Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat.
2.    Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas lainnya.
3.    Pekerja memusatkan diri pada suatu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien.
4. Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan buka proses keseluruhan produk.
Kerugian
1.  Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia.
2. Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.
            Pada garis pedomana yang telah diuraikan oleh Henry Fayol, dimana tindakan bias diambil oleh seorang manajer bias ditaati dan diterima. Menurut Chester Barnard, akan semakin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika[3]:
1.      Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal oleh semua organisasi.
2.      Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
3.      Lini komunikasi antar manajer dan bawahan bersifat secara langsung.
4.      Rantai komando yang lengkap digunakan untuk mengeluarkan perintah.
5.      Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
6.      Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
7.      Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.


Sumber:

Senin, 20 Oktober 2014

Kewirausahaan

Nama : Nadya Puspaningrum
Kelas : 4ID05
NPM : 35411080

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu wirausaha yang memiliki inisiatif, wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu, menerima resiko atau kegagalan
Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa. Karakteristik menurut Mc Clelland yaitu keinginan untuk berprestasi, keinginan untuk bertanggung jawab, preferensi kepada resiko-resiko menengah,\ persepsi kepada kemungkinan berhasil, rangsangan oleh umpan balik, aktivitas energik, orientasi ke masa depan, keterampilan dalam pengorganisasian, sikap terhadap uang. Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi yaitu, kemampuan inovatif, toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity), keinginan untuk berprestasi, kemampuan perencanaan realistis, kepemimpinan terorientasi kepada tujuan, obyektivitas, tanggung jawab pribadi, kemampuan beradaptasi, kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu kebutuhan untuk berprestasi (nAch) adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi) adalah kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow) adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu kebutuhan akan sumber penemuan, hobi atau kesenangan pribadi, mengamati kecenderungan-kecenderungan, mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada, kegunaan lain dari barang-barang biasa, pemanfaat produk dari perusahaan lain. Unsur dasar analisa pulang pokok antara lain biaya tetap biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran perubahan volume kegiatan tertentu.Besar kecilnya biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi perusaha an jangka panjang, teknologi dan metode serta strategi manajemen, biaya variabel: biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, biaya total: keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi dalam proses input otput. Contoh pendapatan total, keuntungan, kerugian, titik pulang pokok
Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya yaitu kepemilikan perseorangan, dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang, sehingga
laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi, Kepemilikan kongsi, dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya  pembagian laba, perusahaan perseroan, perusahaan yang memiliki badan hukum.
Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia yaitu kenarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong. Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa. Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya. Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang. Diharapkan. Karir pekerjaan dari seorang karyawannya yang begitu meningkat, memungkinkan karyawan tersebut akan mengisi posisi yang kosong, promosi jabatan, promosi dari dalam biasanya mempunyai keuntungan, membangun moral, ,mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras dengan harapan akan mendapatkan promosi, dan membuat individu cendrung tinggal dengan organisasi kewiraswastaan tertentu karena kemungkinan promosi di masa depan, rotasi jabatan
Rotasi jabatan bisa dilakukan apabila itu diperlukan untuk kepentingan perusahaan.
SumbSatu sumber eksternal sumber daya manusia yang umumnya terbuka adalah organisasi kewiraswastaan pesaing. Karena terdapat beberapa keuntungan membajak sumber daya manusia dari pesaing, tipe pembajakan ini telah menjadi praktek yang umum. Diantara keuntungan-keuntungannya adalah pesaing akan harus membayar pelatihan individu sampai saat penyewaan, organisasi kewiraswastaan pesaing mungkin akan agak diperlemah dengan kehilangan individu, dan sekali disewa, individu menjadi sumber informasi yang berharga mengenai bagaimana cara terbaik bersaing dengan bekas organisasinya, Badan/agen penempatan kerja
Suatu agen penempatan kerja adalah suatu organisasi yang mengkhususkan diri di dalam menyesuaikan individu dengan organisasi. Agen-agen tersebut membantu orang-orang untuk menemukan pekerjaan dan organisasi yang memerlukan tenaga kerja. Lembaga pendidikan, beberapa wiraswastawan pergi secara langsung ke perguruan tinggi untuk mewawancarai mahasiswa-mahasiswa yang mendekati kelulusan. Sekolah bisnis, sekolah teknik, sekolah seni, dan lain-lain mempunyai sumber daya manusia yang agak berbeda untuk ditawarkan. Usaha penarikan tenaga kerja hendaknya dipusatkan pada sekolah-sekolah dengan kemungkinan tertinggi untuk menyediakan sumber daya manusia semestinya bagi posisi lowong.
Mass media informasi Mungkin sumber tenaga kerja manusia yang potensial yang paling luas adalah pembaca dari publikasi-publikasi tertentu. Untuk bisa menemukan
Sumber ini, wiraswastawan bisa memasang iklan pada media masa. Iklan tersebut hendaknya menguraikan posisi yang lowong secara mendetail dan mengumumkan bahwa organisasi kewiraswastaan menerima lamaran dari individu yang memiliki
kualifikasi. Tipe posisi yang hendak diisi menentukan tipe publikasidi mana suatu iklan hendak dipasang. Seleksi Adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut Tahap-Tahap proses seleksi Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll, wawancara Pendahuluan, Tes Kecerdasan (intelegence), Tes Bakat (Aptitude), Tes Kepribadian (Personality), Rujukan Prestasi (Performance References), Wawancara Dianosti, pemeriksaaan kesehatan, penilaian pribadi.


Senin, 30 Juni 2014

PENCEMARAN SUNGAI SIAK

PENCEMARAN SUNGAI SIAK

Sungai Siak merupakan salah satu sungai yang terdalam di Indonesia, yaitu memiliki kedalaman ± 20-30 meter. Sungai Siak memiliki panjang bentangan ± 300 kilometer yang melewati empat wilayah administrasi kabupaten dan satu wilayah administrasi kota yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar dan kota Pekanbaru dimana seluruh aliran Sungai Siak berada dalam wilayah administrasi Propinsi Riau. Hal inilah yang menjadikan Sungai Siak menjadi sungai spesifik Riau. Kondisi Sungai Siak saat ini termasuk dalam kategori kritis. Hal ini dilihat dari indikasi berupa kawasan rawan banjir dan longsor, erosi, pendangkalan dan penurunan kualitas air akibat pencemaran. Perubahan kualitas lingkungan Sungai Siak disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan semakin meningkatnya kegiatan industri, pelabuhan dan limbah domestik perkotaan.

Pencemaran di Sungai Siak disinyalir disebabkan oleh banyaknya industri yang membuang limbahnya langsung ke Sungai Siak. Selain itu limbah domestik dari kegiatan perkotaan juga sangat berpengaruh terhadap penurunan kualitas lingkungan sungai. Kegiatan pelayaran yang tinggi juga telah menyebabkan semakin tertekannya Sungai Siak, terutama yang berada dalam wilayah administrasi Kota Pekanbaru yang merupakan wilayah sungai dengan intensitas kegiatan yang sangat tinggi. aktivitas industri, limbah perkotaan di sepanjang perairan dapat memberikan dampak buruk terhadap perairan tersebut yang ditandai dengan masuknya sejumlah beban pencemar termasuk logam berat ke dalam lingkungan perairan yang menyebabkan terganggunya ekosistem dan degradasi lingkungan. Mengingat efek negatif yang dapat ditimbulkan dari keberadaan logam berat yang berada di perairan Sungai Siak, pencemaran yang ditinjau dari parameter logam berat di Sungai Siak. yang berada di wilayah administrasi Kota Pekanbaru.

Selasa, 29 April 2014

Pertumbuhan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman

Tugas ini dikerjakan oleh:
1.    Imam Sri Ediyasa (39411234)
2.    Nadya Puspaningrum (35411080)
3.    Rendy Lukmana (35411964)

Kasus
            Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua, yaitu orang yang tinggal di daerah tersebut atau orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Semua orang yang mendiami wilayah Indonesia disebut penduduk Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk yang diadakan setiap 10 tahun sekali, diperoleh data jumlah penduduk Indonesia sebagai berikut:
1.    Tahun 1961 = 97,1 juta jiwa
2.    Tahun 1971 = 119,2 juta jiwa
3.    Tahun 1980 = 147,5 juta jiwa
4.    Tahun 1990 = 179.321.641 juta jiwa
5.    Tahun 2004 = 238.452 juta jiwa
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuvo7-gZxpgdpkytgLLp_5tYMOQj7u9Btq7jVWEEqX7SGeSZ6Y3gNQz9Vgg7yfOmNPXw_n3wZVkto9ZW_L65nZOzxHtQeAQj7mJi3DN3wP5i4ptuXUX0pZIhyBuyElYYAnrtfgL6ieSc4O/s640/data.jpg
Gambar 1 Laju Pertumbuhan Penduduk

            Tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali telah mengakibatkan munculnya kawasan-kawasan permukiman kumuh dan squatter (permukiman liar). Pencapaian upaya yang dilakukan dalam penanganan yang berkelanjutan tersebut, diperlukan penajaman tentang kriteria permukiman kumuh dan squatter baik pemerintah dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta lingkungannya. Pemahaman yang komprehensif kriteria tersebut akan memudahkan perumusan kebijakan penanganan serta penentuan indikator keberhasilannya.
Description: pertumbuhan-penduduk130225b.jpg
Gambar 2 Gambaran Pemukiman di Indonesia

Opini
            Rumah adalah tempat tinggal bagi manusia. Dimana dengan dibangunnya rumah telah memenuhi salah satu dari kebutuhan dasar manusia, disamping akan adanya kebutuhan sandang dan pangan. Hal demikian yang menjadikan penyediaan perumahan tersebar secara meluas diberbagai wilayah, seperti wilayah Indonesia ini. Marak nya perumahan yang tersedia harus diimbangi dengan daya beli dari masyarakat itu sendiri atau tetap dapat membangun rumah tetapi perlu diperhatikan tingkat kelayakan dari rumah tersebut.
            Banyaknya pemukiman yang ada dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti terjadinya perpindahan penduduk pemisalan urbanisasi, yakni perpindahan dari desa ke kota. Hal yang demikian sering terjadi, dalam kasus ini untuk beberapa masyarakat yang berasal dari daerah menginjakkan kakinya untuk bermukim atau mengandung nasib di wilayah Jakarta. Hal ini dapat terjadi karena adanya kebutuhan untuk kehidupan yang lebih baik, dimana tiap manusia menginginkan untuk kesejahteraan hidup sehingga menjadikan masyarakat tersebut berpindah ke kota dengan tujuan memperoleh pekerjaan yang layak.
            Faktor kedua karena perekonomian di Jakarta yang dinilai bagus.  Hal ini yang menjadikan banyaknya masyarakat menginginkan untuk dapat bekerja di Jakarta dengan maksud memperoleh kehidupan yang layak.
            Faktor ketiga karena wilayah kota termasuk misalnya wilayah Jakarta dinilai sebagai pusat bisnis, pusat dari pemerintahan, serta pusat dari perkembangan kehidupan. Hal yang demikian menjadikan dengan membangun pemukiman di wiliayah kota akan berdampak baik bagi masyarakat tersebut untuk memperoleh kehidupan atau perekonomian yang lebih baik.
            Faktor-faktor tersebut merupakan sebagian faktor yang kami ketahui dalam maraknya kehidupan warga di wilayah kota dengan dilihat dari segi padatnya pemukiman penduduk. Hal dengan yang memberikan sinergi atau kolerasi yang positif apabilaa dua pihak yakni sisi masyarakat dan sisi lingkungan kota dapat memberikan keuntungan satu sama lain.
            Membangun pemukiman penting, dengan adanya pemukiman menunjukkan adanya perkembangan kehidupan dari wilayah tersebut. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan pendapatan dari masyarakat, dikarenakan agar pemukiman tersebut dapat dinilai layak untuk disinggahi dibutuhkan pendapatan yang seimbangan dengan kebutuhan hidup masyarakat.

Referensi
1.    http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id=25163
2.    http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=10460&Itemid=689
3.    http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
4.    http://syadiashare.com/penduduk-indonesia.html
5.    http://izzahluvgreen.wordpress.com/2009/04/04/dampak-permasalahan-penduduk-di-indonesia-terhadap-lingkungan-hidup/

6.    http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_penduduk
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=2

Minggu, 30 Maret 2014

BANJIR JATIASIH



BANJIR JATIASIH

Tempo.co, Bekasi -  Sekitar 1.200 rumah di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi tergenang air dengan ketinggian variasi. “Di belakang sudah mencapai 3 meter, sedangkan di depan 2,5 meter” kata Sekretaris Rukun Warga 8, Widianto pada Tempo, Sabtu, 22 Februari 2014.

Seluruh rumah yang terkena banjir itu berada di RW 8, 9, dan 10. Namun demikian, warga mengungsi, sebab rumah warga sudah ditinggikan. Adapun bagi warga yang tempat tinggalnya tidak berlantai dua, menumpang di tempat tetangganya. “Ada sekitar 1.300 Kepala Keluarga” kata Widianto.

Selengkapnya cek di link

Opini

     Banjir yang diterjadi di Perumahan PGP ini sudah sering terjadi. Perihal ini terjadi terutama ketika kali yang berada dipinggiran perumahan ini mendapat kiriman air dari Katulampa, Bogor.
     Hal tersebut perlu pemikiran yang matang untuk membenahi kasus banjir dari dampak yang ditimbulkan. Beragam solusi perlahan dijalankan. Namun hal tersebut perlu didasarkan pula dengan kesadaran dari masyarakat.
     Hal kecil yang dapat dilakukan adalah seperti membuang sampah pada tempatnya, baik lokasi Bekasi, Bogor dan sekitarnya. Agar tidak terjadi penumpukkan sampat yang dapat menghambat aliran air. Berkurangnya daya resap air baik dikedua wilayah. Penanggulangan tersebut perlahan diatas seperti maraknya berita mengenai penggusuran vila-vila di Puncak, Bogor. Namun tidak menuntut kemudian untuk wilayah Bekasi. Hal yang demikian petingnyanya kesadaran dari masyarakat sekitar untuk mejaga daya resapan air di masing-masing wilayah, minimal diajarkannya sejak dini untuk penanaman pohon disekitar rumah warga.
     Hal lain yang dapat meminimalisirkan terjadinya bencana adalah sistem pengiriman air dari hulu ke hilir. Penyebaran air dilakukan secara terpecah-pecah jalurnya, hal ini disebabkan agar tekanan air yang diberikan dari hulu ke hilir tidak terlalu besar. Karena dampak yang ditimbulkan salah satunya adalah jebolnya tanggul-tanggul yang telah dibentuk oleh warga sekitar untuk menanggulangi adanya kiriman air dari Bogor.
     Hal-hal yang demikian dimaksud kan untuk meminimalisirkan terjadinya bencana banjir di wilayah sekitar. Karena dampak yang ditimbulkan dari banjir ini, tidak hanya rumah warga yang digenangi air, tetapi timbulnya beragam penyakit, terjadinya kerusakan lingkungan, serta terputusnya jalur yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Vila Nusa Indah, Kabupaten Bogor.