Selasa, 29 April 2014

Pertumbuhan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman

Tugas ini dikerjakan oleh:
1.    Imam Sri Ediyasa (39411234)
2.    Nadya Puspaningrum (35411080)
3.    Rendy Lukmana (35411964)

Kasus
            Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua, yaitu orang yang tinggal di daerah tersebut atau orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Semua orang yang mendiami wilayah Indonesia disebut penduduk Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk yang diadakan setiap 10 tahun sekali, diperoleh data jumlah penduduk Indonesia sebagai berikut:
1.    Tahun 1961 = 97,1 juta jiwa
2.    Tahun 1971 = 119,2 juta jiwa
3.    Tahun 1980 = 147,5 juta jiwa
4.    Tahun 1990 = 179.321.641 juta jiwa
5.    Tahun 2004 = 238.452 juta jiwa
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuvo7-gZxpgdpkytgLLp_5tYMOQj7u9Btq7jVWEEqX7SGeSZ6Y3gNQz9Vgg7yfOmNPXw_n3wZVkto9ZW_L65nZOzxHtQeAQj7mJi3DN3wP5i4ptuXUX0pZIhyBuyElYYAnrtfgL6ieSc4O/s640/data.jpg
Gambar 1 Laju Pertumbuhan Penduduk

            Tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali telah mengakibatkan munculnya kawasan-kawasan permukiman kumuh dan squatter (permukiman liar). Pencapaian upaya yang dilakukan dalam penanganan yang berkelanjutan tersebut, diperlukan penajaman tentang kriteria permukiman kumuh dan squatter baik pemerintah dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta lingkungannya. Pemahaman yang komprehensif kriteria tersebut akan memudahkan perumusan kebijakan penanganan serta penentuan indikator keberhasilannya.
Description: pertumbuhan-penduduk130225b.jpg
Gambar 2 Gambaran Pemukiman di Indonesia

Opini
            Rumah adalah tempat tinggal bagi manusia. Dimana dengan dibangunnya rumah telah memenuhi salah satu dari kebutuhan dasar manusia, disamping akan adanya kebutuhan sandang dan pangan. Hal demikian yang menjadikan penyediaan perumahan tersebar secara meluas diberbagai wilayah, seperti wilayah Indonesia ini. Marak nya perumahan yang tersedia harus diimbangi dengan daya beli dari masyarakat itu sendiri atau tetap dapat membangun rumah tetapi perlu diperhatikan tingkat kelayakan dari rumah tersebut.
            Banyaknya pemukiman yang ada dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti terjadinya perpindahan penduduk pemisalan urbanisasi, yakni perpindahan dari desa ke kota. Hal yang demikian sering terjadi, dalam kasus ini untuk beberapa masyarakat yang berasal dari daerah menginjakkan kakinya untuk bermukim atau mengandung nasib di wilayah Jakarta. Hal ini dapat terjadi karena adanya kebutuhan untuk kehidupan yang lebih baik, dimana tiap manusia menginginkan untuk kesejahteraan hidup sehingga menjadikan masyarakat tersebut berpindah ke kota dengan tujuan memperoleh pekerjaan yang layak.
            Faktor kedua karena perekonomian di Jakarta yang dinilai bagus.  Hal ini yang menjadikan banyaknya masyarakat menginginkan untuk dapat bekerja di Jakarta dengan maksud memperoleh kehidupan yang layak.
            Faktor ketiga karena wilayah kota termasuk misalnya wilayah Jakarta dinilai sebagai pusat bisnis, pusat dari pemerintahan, serta pusat dari perkembangan kehidupan. Hal yang demikian menjadikan dengan membangun pemukiman di wiliayah kota akan berdampak baik bagi masyarakat tersebut untuk memperoleh kehidupan atau perekonomian yang lebih baik.
            Faktor-faktor tersebut merupakan sebagian faktor yang kami ketahui dalam maraknya kehidupan warga di wilayah kota dengan dilihat dari segi padatnya pemukiman penduduk. Hal dengan yang memberikan sinergi atau kolerasi yang positif apabilaa dua pihak yakni sisi masyarakat dan sisi lingkungan kota dapat memberikan keuntungan satu sama lain.
            Membangun pemukiman penting, dengan adanya pemukiman menunjukkan adanya perkembangan kehidupan dari wilayah tersebut. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan pendapatan dari masyarakat, dikarenakan agar pemukiman tersebut dapat dinilai layak untuk disinggahi dibutuhkan pendapatan yang seimbangan dengan kebutuhan hidup masyarakat.

Referensi
1.    http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id=25163
2.    http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=10460&Itemid=689
3.    http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
4.    http://syadiashare.com/penduduk-indonesia.html
5.    http://izzahluvgreen.wordpress.com/2009/04/04/dampak-permasalahan-penduduk-di-indonesia-terhadap-lingkungan-hidup/

6.    http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_penduduk
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=2