Sabtu, 21 Januari 2012

Penilaian Meningkatnya Produksi Hasil Siswa SMK


Dari segi Budaya

Penyerasian unsur-unsur pembentuk budaya seperti komunikasi dan bahasa, kesenian, nilai, norma, dan sikap serta rasa mempercayai masih belum selaras dengan perkembangan dinamika kehidupan. Kebutuhan kehidupan global membutuhkan adanya perubahan dalam kebiasaan membaca dan belajar, sikap kritis, analitis dan skeptis, serta sistem birokrasi untuk mencegah terjadinya benturan budaya dan pergeseran nilai. Namun demikian perhatian dalam bidang pendidikan kini telah meningkat, dengan banyaknya para siswa siswi SMK dalam menghasilkan produk hasil pembelajaran di sekolah telah menimbulkan dampak terhadap perubahan perilaku kehidupan masyarakat.

Dari segi Teknik Industri 

Penguasaan, pemanfaatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) juga merupakan tantangan tersendiri di dalam pelaksanaan pembangunan, karena daya saing hasil produksi bangsa akan dihadapkan pada persaingan yang semakin terbuka dengan hasil produksi bangsa-bangsa lain yang mampu mendayagunakan kemajuan iptek secara cepat dan terencana. Dengan demikian kemampuan bangsa dalam menguasai, memanfaatkan, dan menerapkan kemajuan iptek telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produksi nasional yang merupakan unsur yang sangat menentukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam kenyataannya kemampuan bangsa menghasilkan barang dan jasa masih sangat tergantung pada teknologi yang diperoleh melalui lisensi dari negara-negara maju, sehingga perkembangan daya saingnya menjadi sangat terbatas. Ketergantungan terhadap lisensi juga menghambat perkembangan struktur produksi yang mengaitkan kegiatan produksi di usaha besar dengan kegiatan produksi di usaha kecil dan menengah, sehingga pendalaman rantai nilai tambah tidak terbentuk secara efektif. Hal ini merupakan salah satu penyebab rapuhnya kekuatan produksi nasional dalam menghadapi krisis. Pengembangan berbagai insentif yang dapat mendorong motivasi dunia usaha dalam meningkatkan investasi pengembangan kemampuan ipteknya belum berjalan secara optimal. Di pihak lain sumberdaya iptek yang dimiliki oleh pemerintah dan perguruan tinggi serta SMK belum secara optimal termobilisasi pendayagunaannya untuk meningkatkan kemampuan dunia usaha dalam menyerap kemajuan iptek, terutama yang diperlukan untuk memperkuat usaha kecil dan menengah serta membentuk kemitraannya dengan usaha besar.